LPPM UBHARA JAYA GELAR FGD PEMETAAN DESA BINAAN DAN SOSIALISASI PEDOMAN KKN 2026
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya (Ubhara Jaya) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pemetaan Permasalahan dan Pengembangan Desa Binaan serta Sosialisasi Buku Pedoman KKN Tahun 2026 pada Kamis, 5 Maret 2026 secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), yang bertujuan menyusun program desa binaan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.
FGD ini menghadirkan narasumber Bapak Fadly Marissatrio, SE., M.IP selaku Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Kabupaten Bekasi yang membahas pemetaan permasalahan desa, serta Bapak Sapto Noviantoro, S.S., M.Tr.I.P selaku Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Bekasi yang memaparkan strategi pengembangan desa. Turut hadir Bapak Wowon Priatna, ST., M.Ti selaku Kepala Bidang Pengabdian kepada Masyarakat LPPM Ubhara Jaya yang menyampaikan Sosialisasi Pedoman KKN Tahun 2026. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala LPPM, Dr. Pandit Hernowo, ST., M.Si.
Dalam diskusi, para narasumber menekankan pentingnya identifikasi permasalahan desa pada sektor ekonomi dan UMKM, pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta tata kelola pemerintahan desa. Selain itu, penggalian potensi unggulan desa menjadi langkah strategis dalam menentukan prioritas program pengembangan yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan arah kebijakan pembangunan daerah. Hasil FGD ini diharapkan menjadi dasar penyusunan roadmap Desa Binaan serta rekomendasi program PkM dan penelitian terapan.
Melalui kegiatan ini, Ubhara Jaya berkomitmen memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah guna mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Sosialisasi pedoman KKN Tahun 2026 juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa dan dosen pembimbing lapangan dalam melaksanakan program KKN yang efektif, terkoordinasi, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat desa binaan.
